CINTA YANG SALAH
Seorang
gadis duduk terdiam menatap lembar demi lembar surat yang pernah ia tulis untuk
Gibran, kakak kelas yang sudah hampir dua tahun ia cinta. Ia tak tahu apakah
surat itu pernah dibaca oleh Gibran, yang pasti, surat itu selalu kembali
kepadanya tanpa ada balasan satupun dari sang pujaan.
Baginya
Gibran adalah pemuda yang baik. Meski tak satupun suratnya yang terbalas,
tetapi lelaki itu selalu melempar senyum kepadanya setiap bertemu. Itu tandanya
ia masih memiliki harapan untuk menjadi kekasih Gibran.
“Hey,
..” Kenji, sahabat gadis itu tiba-tiba duduk disampingnya.
Gadis
itu hanya menyungingkan sebuah senyuman.
“Elo
tahu Dell, semalam gue lihat Gibran ngikut balapan liar di daerah Serong.” Ucap
Kenji tetap memandang lurus ke depan.
“Oh
ya? Terus gue percaya gitu?” jawab Adellia. Ia tahu Gibran, dia adalah lelaki
yang baik. Ia tak mengira sahabatnya itu akan menjelek-jelekkan Gibran, lelaki
yang dicintainya.
“Gue
serius Dell,”
Adellia
tiba-tiba berdiri, “Terserah lo aja, Ken.”
“Dell,
Adell ..” teriak Kenji ketika Adell pergi meninggalkannya.
Bulan
menari-nari di atas langit malam. Adellia hendak menuju toko buku, tetapi
karena jalan biasanya ditutup. Ia harus memutar melewati jalan yang lain.
Pandangannya
terhenti ketika melihat seseorang, lelaki yang selama ini ia puja dan cintai.
Lelaki itu tengah menghisap sebatang rokok dan duduk di atas motor besarnya
sembari berbincang dengan kawannya. Adellia dirundung rasa tidak percaya.
Selama ini, ia pikir Gibran adalah lelaki baik-baik. Bukan karena ia anak DPR
tetapi memang selama ini Gibran tak pernah membuat masalah di sekolah, ia juga
tak pernah aneh-aneh.
Adellia
sangat kecewa. Ia merasa telah salah mencintai. Kenji adalah orang yang sangat
ia kenal dan mencintainya. Tapi kenapa ia memilih mencintai Gibran yang
ternyata tidak seperti yang ia tahu, belum tentu juga Gibran mecintainya.
“Kamu
benar Ken, maafkan aku yang tidak mempercayaimu,” Adellia menelpon Kenji
diantara isak tangisnya. Sementara itu, di ujung sana Kenji tersenyum lega,
gadis itu telah mengerti siapa Gibran. Meski belum tentu juga ia mendapatkan
cinta Adellia, setelah ini.
Karya : Rachma AS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar